Memeluk Masalah

problems

Problem Is God And Gold.
(Zahratun Nisa)

Apa yang anda pikirkan ketika bangun pagi?
Apakah masalah yang menumpuk hingga anda begitu takut untuk bangun dan ingin menutup mata kembali?
Dalam hidup sebuah keniscayaan dibekali sebuah masalah setiap hari, tergantung bagaimana kita mengambil pelajaran dan bahagia menjalani hidup dengan masalah.
Problem is god and gold

Problem is god and gold. Dari dua kata god dan gold hanya terdapat satu perbedaan huruf, yaitu huruf L. Huruf L yang saya maknakan Lesson. Beberapa lesson tersebut diantaranya:
Pelajaran untuk berbagi
Sadarlah, bahwa anda bukan satu-satunya orang yang diberi reruntuhan masalah. Belajarlah untuk berbagi. Jalan ke tempat anak yatim, berbagilah, atau bisa ikut jadi relawan, atau aksi peduli yang banyak dilakukan organisasi. Percayalah dengan berbagi kepada orang lain, beban masalah akan terangkat. Karena masalah orang lain ternyata lebih besar.

Pelajaran untuk bersyukur
Problem itu senantiasa hadir. Diundang ataupun tidak ia akan datang menghampiri. Yang melanda manusia modern zaman sekarang adalah mudahnya terkena virus galau. Galau adalah sebuah masalah yang menimpa hati. Jika tidak diobati ia akan menjadi penyakit yang mengendap dan membuat hati semakin buruk.
Jika berbanding nikmat yang kita dapati setiap hari, nikmat itu jauh lebih besar dari masalah yang kita hadapi.

Kita punya akal yang masih berfungsi berpikir dengan baik. Mengingat orang yang kita cintai. Meskipun hari itu anda tidak banyak mengingat Tuhan. Nikmat akal tetap ada pada anda.
Kita punya mata. Mata yang bisa melihat. Yang bisa membedakan jutaan warna dalam sekejap. Meski banyak melihat maksiat.
Kita punya bibir. Bibir yang bisa bicara baik dan buruk. Meski kebanyakan bibir mengeluh, bibir anda tetap pada tempatnya. Tiada bergeser sedikitpun.
Kita punya hidung. Kita bisa menghirup udara segar. Menikmati harumnya aroma makanan
Kita punya telinga. Telinga untuk mendengar. Meski jarang untuk mendengar ayat-ayat Tuhan, telinga tak pernah Tuhan copot.
Kita punya tangan. Tangan yang masih bisa bergerak tiada lumpuh.
Kita punya kaki. Kaki yang bisa berjalan menimba ilmu.
Kita punya mulut. Meski sering digunakan untuk membiarkan setan berkeliaran di mulut dengan berbicara tiada manfaat, menggosip, dan mencela orang lain.

Masih banyak lesson lainnya yang jika kita gali terus-menerus, membuat kita semakin sadar, bahwa kita tidak perlu lari dari masalah, kita hanya perlu memeluknya. Masalah-lah yang akan membuat kita menjadi lebih hidup. Karena hanya yang hidup, yang dipercaya Tuhan memanggul masalah. Anda harus #BeraniLebih memeluk masalah.

Kadang kita jadi pemenang. Kadang kita jdi pecundang. Biar masalah menghadang. Tetaplah senyum mengembang
[Ahmad Rajiv]

Peluklah masalah dan kemudian berbahagialah!

#BeraniLebih
Facebook: Zahratun Nisa II/ https://www.facebook.com/bidadari.bersinar
Twitter : Zahratun Nisa/@Zahranisa_A

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s