Menjemput Kesuksesan

Action

Pada sebuah pelatihan. Sebelum motivator memberikan materi, ia mengeluarkan uang sepuluh ribu rupiah dari dompetnya. Kemudian dia bertanya, “siapa yang mau”. Sebagian diam dan sebagian lainnya mengatakann mau. Peserta tetap duduk manis di kursinya. Motivator geleng-geleng kepala. Dia merogoh dompetnya lagi, mengganti dengan uang seratus ribu. Dia bertanya lagi, “siapa yang mau”. Serempak menjawab “mau….”. Tapi tak satupun jua yang beranjak dari kursinya dan berdiri mengambil dari tangan motivatior tersebut.

Motivator tersenyum lebar. Begini bapak dan ibu. Yang ingin saya pahamkan adalah “action”. Anda mengambil uang ini bukan anda matre, karena saya yang mengacungkan uang ini dan menanyakan siapa yang mau. Tapi sayang tak ada yang mau berdiri mengambil di tangan saya. Uang ini masuk kembali ke dompet saya.hehehe.

Begitu halnya dengan banyaknya rezeki yang hidangkan setiap harinya. Sungguh banyak dan tak berhingga. Kebanyakan manusia-manusia “pemalas” hanya berdo’a dan berdo’a kepada . Meskipun mulut sampai berbusa, jika hanya berdiam diri dan tidur, rezeki yang lebih banyak tidak akan datang. Jadi, jangan salahkan Tuhan jika rezeki anda Tuhan masukkan kembali ke dalam “kantong” , dan Tuhan berikan kepada orang lain.

Kita bisa belajar dari pengemis di lampu merah, trotoar, dan jalanan lainnya. Mereka melakukan “action”. Pagi-pagi mereka sudah bangun untuk pergi meminta-minta. Malam menjelang baru mereka pulang. Ratusan ribu mereka dapatkan perharinya.

Kita juga belajar dari para pengamen. Mereka juga “action” dengan membawa gitar, pindah dari satu warung ke warung lain dengan menggunakan suara yang merdu atau malah parah. Mereka tak peduli, mereka tetap “action” menjemput rejeki.

Seorang pria setiap detik bahkan menit mengatakan pada sang gadis “aku mencintaimu” , “aku menyayangimu”, “hidupku hampa tanpamu”, tapi tanpa ada “action” serius datang melamar sang gadis, jadi jangan menangis bombay kalau gadis tersebut menikah dengan pria lain.

Dunia sinetron/film pun sama. Sutradara akan mengomando para artis dan mengatakan “action”. Maka para artis tersebut melakukan aktingnya. Tanpa ada kata “action” saya pikir tidak akan pernah ada sinetron, atau bahkan film best-seller muncul di ranah perfilm-an.

Mulai sekarang. Kita tingkatkan “action” lebih kuat dan serius untuk mengarungi kehidupan yang hanya panggung sandiwara. Karena kesempatan berdiri di panggung sandiwaralah kita harus bersegera “action”. Oleh karena itu, harus #berani lebih untuk menjemput kesuksesan dengan “action”.

Puncak prestasi di awali keinginan kuat dan kesungguhan hati

[Iklan Wismilak]

Facebook : Zahratun Nisa II /https://www.facebook.com/bidadari.bersinar

Twitter       : Zahratun Nisa / @Zahranisa_A

#BeraniLebih

Iklan